Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Membeli Rumah

Posted on

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Membeli rumah memang cocok-cocokan. Jangan sampai setelah membayar justru kita merasa kecewa atas rumah pilihan kita sendiri.

Oleh karena itu, agar tidak tertipu, perhatikan 6 poin berikut sebelum membeli.

1. Legalitas rumah

Surat-surat rumah harus menjadi hal pertama yang mesti dicek. Sertifikat menjadi bukti kepemilikan sahnya sebuah rumah. Pastikan sertifikat asli dan sesuai dengan unit yang dijual. Perhatikan juga status sertifikat rumah yang hendak Anda beli. Apakah sudah SHM, PPJB, atau masih HGB? Ini sangat penting untuk menaksir harga jual rumah yang hendak dibeli.

2. Kebocoran atap dan genteng

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya pada poin pertama, rumah bekas pada umumnya memiliki beberapa kelemahan, misalnya bocor. Anda bisa mengetahuinya dengan melihat warna kuning pada atap rumah. Ini mungkin kebocoran kecil pada awalnya, tetapi jika dibiarkan, cuaca dan kelembaban bahkan dapat menyebabkan atap Anda runtuh. Sebelum membeli, undanglah tukang bangunan terpercaya Anda di sini untuk memeriksa kerusakan. Siapa tahu Anda bisa menegosiasikan harga rumah yang dijual. Misalnya harga bisa diturunkan dari Rp500.000 sampai Rp1 juta agar bisa digunakan untuk biaya renovasi.

3. Dinding tipis atau berlumut

Melihat dinding hijau berlumut basah juga patut diperhitungkan. Hal ini bisa terjadi karena atap bocor atau rembesan air tanah ke dinding, dan akibatnya jamur dan jamur mendominasi permukaan dinding. Dinding biasanya juga retak, sehingga Anda perlu anggaran khusus untuk mengatasinya.

Masalah dengan dinding yang tidak terlihat adalah bahwa mereka adalah dinding yang tipis, tetapi Anda dapat mengetahuinya dengan mengetuk permukaan dinding. Jika dipukul keras, bangunannya menggunakan batu bata, tetapi jika terasa berlubang, biasanya dibangun dengan batu bata, yang mungkin merupakan versi termurah. Jangan tertipu, oke?

4. Kekuatan

Ini sama pentingnya dengan kita hidup di era di mana listrik sangat dibutuhkan, wattnya gede ga? Ada berapa panel? Bagaimana kondisi kabelnya? Waspadalah terhadap kabel yang tergigit tikus, rusak, ‘tua’, atau rapuh. Kabel yang rusak akibat korosi dan oksidasi memiliki kemampuan untuk mematikan aliran listrik di rumah Anda. Jika Anda harus tetap menyalakan listrik, itu bahkan lebih berbahaya karena kabel dapat meleleh atau terbakar seiring waktu, menyebabkan korsleting. Hohoho… Menakutkan!

5. Air

Saat ini, hampir semua rumah menggunakan layanan PAM untuk air bersih. Apakah Anda yakin aliran airnya lancar? Jangan biarkan air memperlambat hari Anda. Apakah Anda harus buru-buru memasak atau mati di kamar mandi? Wah, ini sangat sulit! Biasakan membuka keran di seluruh rumah dan memeriksanya sendiri. Apakah airnya jernih dan keruh? Air kuning dan baunya menunjukkan kerusakan pipa. Juga, berhati-hatilah agar tidak membahayakan kesehatan Anda dan merusak pakaian favorit Anda.

6. Keselamatan dan Lingkungan

Anda juga akan terbiasa mengetahui sistem keamanan dan lingkungan di sekitar rumah Anda. Anda pastinya tidak ingin selalu ingin khawatir tentang pencuri masuk ke rumah Anda? Apakah Anda memiliki tetangga yang suka bergosip atau bertengkar setiap hari? haha. Jadi ada baiknya berkenalan dengan ketua RT agar bisa melihat gambaran keseluruhannya. Jangan beli kucing dalam karung, ah.

Sekarang, kecuali masalah di atas, ya, jika rumah Anda dijual, jika Anda benar-benar menyukainya dan sesuai dengan anggaran Anda, lanjutkan dengan proses jual beli. Yang terpenting adalah menyadari kemungkinan investasi jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.