Inilah Pertanyaan Wawancara KPR dan Jawabannya

Posted on

Ketika kita mengajukan KPR di Bank untuk membeli rumah, ada satu tahapan yang harus dilalui yaitu wawancara. Wawancara KPR bertujuan untuk memastikan apakah pemohon benar-benar layak untuk diberikan kredit atau tidak. Bisa juga layak diberikan kredit dengan nominal yang harus disesuaikan dari pengajuan awal.

Pemberian kredit oleh Bank memang tidak sembarangan. Bank juga tidak mau merugi jika mendapatkan nasabah yang menunggak kredit. Atas dasar itulah, antisipasi dilakukan dari awal termasuk menggali informasi mengenai latar belakang pekerjaan, kemampuan, dan pengeluaran tiap bulan calon penerima KPR.

Dalam pelaksanaanya, wawancara biasanya dilakukan secara langsung di bank. Pemohon KPR akan dihubungi oleh pihak bank dan diberi tahu jadwal pelaksanaan wawancara. Karena dalam sehari biasanya wawancara dilakukan kepada banyak orang, ada baiknya kita datang tepat waktu.

4 pertanyaan wawancara KPR di bank

Lalu apa saja yang ditanyakan oleh pihak bank saat wawancara KPR? Inilah yang sering ditanyakan orang. Sebagian pasti gelisah jika salah menjawab bisa-bisa KPR-nya tidak di-approve. Agar kita tidak salah tafsir atau terjebak dalam pemahaman yang keliru, inilah penjelasan mengenai jenis pertanyaan wawancara KPR di bank.

Pekerjaan tetap dan sampingan

Hal pertama yang selalu ditanyakan pihak bank saat wawancara KPR adalah pekerjaan Anda. Silakan jawab sebenar-benarnya. Anda bisa menjelaskan pekerjaan utama dan sampingan Anda. Pihak bank umumnya akan mendalami pekerjaan Anda dengan pertanyaan lanjutan seperti posisi di pekerjaan, dsb.

Usahakan jujur saja dan tidak perlu ditutup-tutupi karena sebenarnya pihak bank juga sudah mempelajari dari berkas yang persyaratan Anda kumpulkan sebelumnya. Jadi, intinya pihak bank hanya memastikan kebenaran dokumen yang Anda kumpulkan.

Jumlah penghasilan per bulan

Ini pertanyaan yang cukup mudah bagi pekerja/pegawai tetap seperti PNS, karyawan swasta, dan lainnya yang memperoleh gaji bulanan. Namun tidak demikian jika kita seorang wiraswasta yang pemasukannya pasti tidak sama tiap bulannya. Bagi pegawai tetap sampaikan saja sesuai slip gaji yang sudah Anda kumpulkan. Silakan ceritakan jika Anda memiliki penghasilan lain di luar gaji. Apakah pendapatan itu bersifat tetap atau tidak.

Sementara bagi wiraswasta, boleh gunakan estimasi pendapatan bulanan atau rata-rata per tahun. Biasanya pihak bank akan menilai dari jenis usaha yang Anda jalankan dan prospeknya. Sebenarnya antara pegawai tetap dan wiraswasta memiliki peluang sama untuk di-approve oleh pihak bank KPR-nya. Toh, pembayaran bulanan nantinya sistemnya potong saldo, ya kan? hehe

Pengeluaran per bulan

Nah ini mungkin pertanyaan yang paling sulit dijawab. Menyangkut pengeluaran bahkan setiap orang tidak bisa memastikan dengan tepat karena memang akan selalu berbeda tiap bulannya. Namun, pihak bank biasanya menginginkan jawaban pengeluaran rutin tiap bulan/belanja rutin Anda.

Silakan jawab saja sesuai faktanya, yang jelas besaran pengeluaran kalau bisa jangan lebih dari 30% dari penghasilan Anda tiap bulan. Bank akan melihat ini untuk menilai kelayakan Anda membayar angsuran tiap bulan jika KPR Anda approval. Misal kita punya gaji 10 juta, berarti pengeluaran Anda sebelum mengangsur KPR maksimal adalah 3 juta. Artinya Anda masih dianggap mampu untuk membayar angsuran KPR bulanan.

Sebetulnya kalaupun pengeluaran Anda lebih dari 30%, menurut pengalaman juga masih bisa dipertimbangkan. Dengan catatan misalnya nilai plavon kredit diturunkan atau durasi angsurannya ditambah. Hal tersebut secara otomatis akan mengurangi nominal angsuran tiap bulannya.

Ini juga yang harus Anda perhitungkan masak-masak sebelum memutuskan mengambil KPR di bank. Berapa kemampuan Anda dan berapa lama durasi yang ideal berdasarkan kondisi saat ini dan peluang di masa mendatang.

Angsuran berjalan

Ini adalah pertanyaan pamungkas yang sering ditanyakan. Ya, angsuran atau kredit di tempat lain. Apa contohnya? kredit kendaraan bermotor, furniture, elektronik, maupun kredit lain yang saat ini masih menjadi beban Anda. Sebetulnya untuk kredit-kredit tertentu bank bisa melacak melalui BI Checking, tapi tidak untuk jenis kredit yang lainnya.

Ini juga menjadi perhatian atau antisipasi oleh pihak bank saat memberikan kredit. Bank tentu tidak ingin kecolongan dengan memberikan pembiayaan pada nasabah yang terjerat kredit macet di tempat lain.

Tips wawancara KPR di bank

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat wawancara KPR di bank yaitu

  1. Bersikap tenang
  2. Berpenampilan rapi
  3. Menjawab dengan meyakinkan
  4. Tidak berbohong
  5. Hindari jawaban bertele-tele
  6. Perhatikan etika dan etiket saat melakukan wawancara

Itulah 4 pertanyaan wawancara KPR di bank yang harus Anda ketahui. Beberapa tips wawancara KPR di bank di atas juga perlu Anda perhatikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang saat ini sedang mengajukan KPR baik subsidi maupun nonsubsidi di Bank.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.