Cara Membayar PBB Lewat Mbanking BCA BNI Mandiri

Posted on

Apa itu Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB?

Pajak Bumi dan Bangunan atau disingkat PBB adalah retribusi yang dibayarkan atas tanah dan bangunan. Pajak terutang atas dasar kesempatan atau keadaan ekonomi masyarakat yang lebih baik, atas dasar hak atas tanah dan harta benda yang ditempatinya. Oleh karena itu, setiap orang terutama pemilik usaha yang memanfaatkan tanah dan bangunan tempat tinggalnya, wajib membayar pajak PBB setiap tahun.

Dilihat dari sifatnya, PBB adalah pajak properti yang merupakan bersifat kebendaan. Artinya, besarnya pajak yang dibayarkan ditentukan oleh keadaan bendanya, yaitu tanah dan/atau bangunannya. Contoh objek seperti sawah, ladang, kebun, ladang, pekarangan dan tambang. Sedangkan untuk bahan bangunan, seperti rumah, bangunan komersial, gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, hiasan pagar, kolam renang dan jalan tol.

Dasar Penghitungan PBB

Dasar utama pengenaan pajak PBB adalah NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak. NJOP adalah total harga atau nilai pasar suatu item pajak dalam jual beli tanah dan bangunan. NJOP biasanya ditetatpkan oleh Kementerian Keuangan, dan nilai NJOP bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, tergantung pada faktor pendorongnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi nilai NJOP tanah adalah lokasi, penggunaan, pilihan, dan kondisi lingkungan. Sementara itu, NJOP bangunan mencakup bahan baku yang digunakan dalam konstruksi, lokasi bangunan, kondisi lingkungan di sekitar bangunan, dan teknik. Ketika lebih banyak faktor yang terlibat, pajak PBB tahunan yang terutang seharusnya dikenakan lebih tinggi.

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Metode dasar penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah 0,5% dari nilai NJKP (Nilai Jual Kena Pajak). Sedangkan untuk mendapatkan nilai NJKP adalah 20% dari NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Jadi, bagi Anda yang memiliki bisnis real estate besar dengan harga tinggi, Anda harus menyisihkan sejumlah uang untuk membayar pajak PBB tahunan. Misalnya, diketahui bahwa NJOP suatu item pajak adalah Rp 2.000.000 Jadi untuk menghitung berapa PBB yang harus diinvestasikan, Anda bisa mulai dengan memprediksi NJKP sebagai berikut:

NJKP: 20% x Rp200.000.000 = Rp40.000.000

Setelah mengetahui nilai NJKP, Anda dapat menghitung PBB, yaitu:

PBB: 0,5% x Rp 40.000.000 = Rp200.000

Bumi dan bangunan tidak kena pajak

Tidak semua properti dapat dikenakan PBB. Ada beberapa item pajak yang tidak dapat dikenakan oleh PBB dengan prosedur tertentu yang diatur dalam Undang-Undang PBB No. 12 Tahun 1994. Berikut ini adalah daftar barang-barang tersebut:

  1. Objek pajak digunakan semata-mata untuk kepentingan kepentingan umum di bidang agama, sosial, kesehatan, pendidikan, dan budaya, yang tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan.
  2. Itu digunakan untuk kuburan, peninggalan kuno, atau sejenisnya.
  3. Item pajak adalah hutan lindung, hutan alam, hutan wisata, taman nasional, padang rumput yang dikendalikan kota, dan tanah yang tidak digarap.
  4. Item pajak digunakan oleh agen diplomatik, konselor berdasarkan prinsip perlakuan timbal balik.
  5. Item pajak digunakan oleh organisasi atau perwakilan organisasi internasional yang ditunjuk oleh menteri keuangan.

Cara membayar PBB melalui M-banking

Membayar pajak saat ini tidak perlu lagi mengantre di kantor pajak. Pembayaran PBB bisa dilakukan di rumah melalui aplikasi M-banking. Beberapa Bank telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak antara lain Bank BCA, Mandiri, dan BNI. Berikut cara membayar PBB melalui M-banking BCA, Mandiri, dan BNI.

Cara membayar PBB melalui m-banking dan i-banking BCA

untuk membayar PBB melalui M-banking BCA silakan ikuti langkah berikut!

  1. Buka aplikasi BCA Mobile
  2. Login dengan user dan password Anda
  3. Pilih menu Pembayaran
  4. Pilih menu MPN/Pajak
  5. Pilih menu PBB
  6. Masukkan nomor objek pajak
  7. Masukkan tahun pajak
  8. Akan muncul konfirmasi yang mencantumkan nominal pajak yang harus dibayar secara otomatis
  9. Ketuk Ya untuk melakukan pembayaran

Cara membayar PBB melalui m-banking Mandiri

Untuk pembayaran pajak melalui m-banking Mandiri Anda perlu mengunduh Livin’by Mandiri terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka aplikasi Livin’ by Mandiri
  2. Pilih menu Pembayaran
  3. Pilih menu Penerimaan Negara
  4. Pilih E-PBB/PBB DKI/PBB Kota Semarang pada kolom Penyedia Jasa
  5. Isi kolom No Objek Pajak
  6. Isi kolom Tahun Pajak
  7. Isi kolom Deskripsi (opsional)
  8. Ketuk Lanjut
  9. Akan muncul layar konfirmasi tagihan PBB yang harus dibayarkan
  10. Selesaikan pembayaran dengan memasukkan PIN

Cara membayar PBB melalui m-banking BNI

Untuk pembayaran PBB melalui Bank Mandiri sangat mudah. Caranya sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi BNI Mobile Banking
  2. Pilih menu Pembayaran
  3. Pilih menu Pajak
  4. Pilih menu PBB
  5. Pilih rekening debit dan masukkan nomor objek pajak serta tahun pajak
  6. Akan muncul konfirmasi nominal pajak yang harus dibayar
  7. Lanjutkan transaksi dengan memasukkan kata sandi m-banking
  8. Transaksi selesai

Ada beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika membayar PBB melalui m-banking. Pertama, waktu pembayaran yang fleksibel. Kedua, tidak perlu antre berdesakan di kantor pajak. Ketiga, pembayaran dengan m-banking sangat efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.